|
Pelayanan Pendidikan = Tanggung Jawab Pemerintah |
|
|
|
|
H. HILDI HAMID
Jika kemiskinan dan kebodohan berwujud seorang manusia,
Maka akulah orang pertama yang akan membunuhnya..
(Ali Bin Abi Thalib ra)
Ungkapan fenomenal sahabat utama Rasulullah SAW itu menggambarkan bahwa kemiskinan dan kebodohan adalah masalah klasik yang dihadapi umat manusia sejak zaman kenabian. Secara faktual, ungkapan Khalifah ke-4 pemerintahan islam tersebut menunjukkan adanya komitmen kuat guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi umat. Dalam konteks ke-kinian di abad millenium ini, komitmen kuat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi umat (baca; warga negara) harus diwujudkan dalam berbagai aturan dan kebijakan operasional yang sistematis dan terukur.
Konstitusi Republik Indonesia UUD 1945 amandemen ke-empat, secara tegas telah mengatur tentang hak warga negara untuk mendapatkan pelayanan pendidikan. Pemerintah diwajibkan untuk menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang dapat menjangkau kebutuhan warga masyarakat. Hal itu sebagaimana tercantum dalam Pasal 31 ayat (3) dan (4) UUD 1945, yang berbunyi ;
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
“Penataan Daerah di Provinsi Kalbar; Rencana & Tantangan” |
|
|
|
|
Jumat, 09 Desember 2011 09:10 |
|
Oleh ;
Hermawansyah
A. Pengantar
Luas wilayah suatu daerah dan tingkat kepadatan penduduk tentu saja mempengaruhi rentang kendali birokrasi pemerintahan dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Efektivitas pelayanan publik secara umum mensyaratkan adanya ketersediaan anggaran, aparatur pelaksana program yang cukup, serta masyarakat yang merasakan manfaat. Berangkat dari premis dasar di atas, maka berapapun anggaran dan aparatur pelaksana yang dibutuhkan harus dapat dipenuhi oleh pemerintah. Sebab tugas birokrasi pemerintahan adalah menjalankan fungsi pelayanan publik untuk masyarakat, bukan melayani birokrasi itu sendiri.
Proposisi di atas bisa jadi benar jika diletakkan pada kasus daerah-daerah kabupaten/kota dan provinsi di Jawa yang luas wilayahnya tidak begitu besar, tingkat kepadatan penduduknya tinggi, anggaran pembangunan memadai, serta aparatur birokrasinya cukup. Dengan modal komitmen kuat pemerintah daerah dan kreatifitas program yang dilaksanakan, maka dapat dipastikan masyarakatnya akan terlayani dengan baik. Akan tetapi bagaimana dengan daerah seperti di Kalimanatan Barat yang wilayah provinsinya lebih besar dari luas wilayah pulau Jawa dan Madura, sementara tingkat kepadatan penduduknya lebih kecil ?
Tulisan singkat ini ingin memetakan 2 (dua) persoalan pokok yang menjadi alasan pemekaran daerah ;
|
|
Terakhir Diupdate Jumat, 09 Desember 2011 09:19 |
|
Selanjutnya...
|
|
Lima Masalah Utama Perlindungan Hutan Indonesia |
|
|
|
|
Kamis, 08 Desember 2011 05:42 |
|
Oleh Isyana Artharini
Di Nusa Dua, Bali, pada 2007, dari Konferensi Perubahan Iklim PBB yang berlangsung di sana, muncul sebuah skema ekonomi yang cukup revolusioner.
Negara-negara maju akan membayar negara-negara berkembang yang memiliki hutan luas untuk tidak menebang hutan mereka. Alasannya, hutan-hutan itu penting untuk menyerap gas rumah kaca akibat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara maju.
Skema ekonomi untuk menjaga hutan tetap lestari itu kemudian memiliki nama REDD (singkatan dari Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation/mengurangi emisi dari penebangan dan kerusakan hutan).
Indonesia, sebagai pemilik hutan tropis terluas ketiga di dunia, tentu bisa mendapat keuntungan dari dana REDD yang diberikan oleh negara-negara maju.
Seusai Konferensi Perubahan Iklim di Nusa Dua itu pun, gubernur-gubernur di Indonesia yang wilayahnya memiliki hutan langsung bersemangat menentukan kawasan hutan mereka yang bisa dijadikan proyek percontohan bagi skema REDD ini. Tak bisa dipungkiri, antusiasme ini tentu berhubungan dengan janji-janji besarnya dana yang bisa diperoleh.
|
|
Terakhir Diupdate Kamis, 08 Desember 2011 05:50 |
|
Selanjutnya...
|
|
Titik Balik PEMILUKADA Kalbar; Mahal & Harapan Kita! |
|
|
|
|
Kamis, 01 Desember 2011 07:26 |
|
Oleh : Ireng Maulana*
Semakin banyak dari kita, terkadang terlalu menumpuk harapan kepada kemenangan sepasang calon dalam PILKADA. Gegap-gempita pemilihan, perilaku dukung-mendukung cenderung membuat sebagian besar orang cepat lupa tentang kenyataan setelah sorak-sorai selesai, frustasi berkali-kali mendera masyarakat oleh karena kepemimpinan yang payah hasil dari kemenangan PILKADA. Barangkali, kita terlalu naïf, atau mungkin saja kita telah diserang amnesia! Sering terjadi, sepasang calon yang dielu-elukan kemenangannya, sepanjang periode kepemimpinan mereka tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perbaikan nasib masyarakat, padahal kekuasaan telah digenggam. Begitu sulitkah melakukan sesuatu yang membanggakan selama memimpin, yang terbaik bagi masyarakat?
|
|
Terakhir Diupdate Selasa, 22 Januari 2013 09:01 |
|
Selanjutnya...
|
|
Perdamaiaan Semu dan Palsu Model Kalimantan Barat |
|
|
|
|
Kamis, 01 Desember 2011 06:56 |
|
Oleh: Ireng maulana *
Saat ini, identitas kelompok telah di manfaatkan sedemikiaan jahatnya sehingga melulu dipergunakan untuk menguatkan eksistensi kepentingan. Identitas kelompok coba dihidupkan dengan satu orientasi mengerikan, yaitu kebenciaan. Padahal, identitas kelompok adalah kemurniaan jati diri dari individu-individu yang berkumpul didalamnya. Mereka adalah orang-orang yang memahami dan menjalankan hidup dalam kebaikan tradisi, kepatuhan pada nilai dan kesetiaan pada kebajikan, takut melanggar sesuatu yang di nilai salah dan memiliki rasa kasih kepada sesame sesuai norma. Melalui cara hidup bersendikan kearifan itulah mereka memperoleh identitas sebagai kelompok yang bermartabat, sebagai orang-orang yang memiliki kehormatan. Pada dasarnya, identitas kelompok hidup dalam perilaku orang-orang yang sederhana dan tanpa arogansi. Oleh karena itu, identitas kelompok adalah suatu kebanggaan simbolik yang di topang oleh kehormatan dan martabat diri sekaligus. Orang-orang menjadi bangga menyandang identitas dari sebuah kelompok atau komunitas oleh karena nilai-nilai kebaikan yang melekat di diri mereka. Penulis percaya, perdamaiaan mudah dan dapat di bangun dalam situasi seperti ini.
|
|
Terakhir Diupdate Selasa, 22 Januari 2013 09:01 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 6 |