”Pemenuhan Keadilan versus Kepastian Hukum; Antara Cita-cita & Realita”¹ Oleh; Hermawansyah² A. Pengantar “Tahun Rawan Keadilan: Mata Pisau Ketidak-adilan, Berpalingnya Wajah Negara dalam Pemenuhan Hak Asasi Manusia Serta Kebijakan Pembangunan yang Belum Pro-Masyarakat Miskin”. Begitulah judul catatan akhir tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyikapi problematika hukum dan kebijakan negara sepanjang tahun 2009. |
|
Read more...
|
|
Demokrasi Subtantif; antara Harapan dan Tantangan Oleh: Hermawansyah* Demokratisasi menuju terciptanya sistem ketatanegaraan dengan perangkat regulasi dan penegakan hukum yang mampu menjamin terpenuhinya hak-hak asasi rakyat adalah agenda besar yang belum dapat diwujudkan. Satu dasawarsa sudah reformasi bergulir sejak kejatuhan Soeharto, akan tetapi konsolidasi demokrasi yang terus-menerus dilakukan oleh masyarakat sipil ternyata tidak pernah tuntas. |
|
Read more...
|
Hutan Desa, Pengakuan Hak Kelola Rakyat Oleh: Heri Mustari * Pengelolaan hutan lestari sejak lama telah menjadi isu hangat yang diperbincangkan baik ditingkat nasional maupun internasional. Meningkatnya pemanasan global belakan ini semakin menguatkan upaya pelestarian hutan. Berbagai upaya untuk mencari formulasi pengelolaan dilakukan pemerintah, terbaru adalah mengenai hutan desa. |
|
Read more...
|
Mari Berbicara Tentang Kita Oleh: Ireng Maulana )* Teman penulis pernah berkata : “ Cine tetap Cine “, Penulis sempat terpengaruh dengan ekspresi ini, lalu kemudian menemukan gagasan bahwa bisa juga dikatakan “ Melayu tetap Melayu “, “ Dayak tetap Dayak”, atau “Jawa tetap Jawa “. Identitas yang melekat pada diri kita dinamis keberadaannya, karena nanti orang akan tetap mengenal kita bukan karena kesukuan tadi tetapi bisa saja dalam bentuk yang lain. |
|
Read more...
|
|
Black “UNTAN” Education Oleh : Ireng Maulana )* Pendidikan telah menjauhkan para mahasiswa terhadap realitas sosialnya, mahasiswa menjadi belajar untuk hanya memikirkan dirinya sendiri, berdiri tunggal diatas kemewahan intelektual yang telah dimiliki. Namun Ketidakberdayaan siswa untuk mentransformasikan kemewahan intelektual yang ada pada diri mereka kepada realitas sosialnya adalah sampah . |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
|
Page 1 of 5 |